Skip to main content

Untuk Sahabat

Entah mengapa malam ini ku merindukanmu
Kurindu saat itu, saat kita masih bersama-sama
Saat semuanya dilakukan, dijalani, dan dialami bersama
Saat yang sulit terasa mudah
Saat kesedihan bisa menjadi kegembiraan
Saat tangis berubah tawa

Mungkin jarak kini memisahkan kita
Mungkin takdir memang berkata lain
Tapi aku yakin, pertemuan kita adalah rencanaNya
Bukan sebuah kesengajaan atau kebetulan
Seperti sekarang
Perpisahan ini juga mungkin adalah takdirNya
Mungkin dengan adanya jarak ini kita bisa saling menguatkan
Bisa saling mengingatkan untuk tetap dalam ikatan persahabatan ini

Disini aku hanya bisa berdoa segala yang terbaik untukmu
Semoga kita bisa berjumpa kelak
Saat semuanya indah
Saat aku dan kamu telah menggenggam impian kita masing-masing dan saling menunjukannya
Dan kita bisa tersenyum bersama kembali

Tetaplah tersenyum
Tetaplah semangat
Berusaha untuk jadi yang terhebat
Aku disini juga terus berjuang :)

Sahabatmu, NDA

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN

Tuhan Maafkan hamba yang terkadang menyelipkan prasangka di setiap peristiwa-peristiwa yang Kau rencanakan Maafkan hamba apabila tidak mensyukuri semua yang telah terjadi Tuhan Aku hanyalah seorang hamba yang lemah dihadapanMu Tiada daya dan upaya untuk melawan semua kehendakMu Yang hanya bisa aku lakukan hanyalah berusaha, berdoa, dan menyerahkan semua keputusan pada kuasaMu Tak ada kuasa yang kupunya selain berasal dari Engkau, Tuhanku Tuhan, selamatkan mereka, dimanapun mereka berada Hapus air mata mereka, kembalikan senyum-senum indah yang dulu selalu terukir di setiap wajah mereka Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Kembalikanlah hati-hati yang telah mengeras, agar dapat merasakan kelembutan yang dipancarkan dari wajah-wajah polos itu Buat tatapan kejam mereka melemah, beri sepercik keteduhan saat memandang wajah mereka Tuhan Tuhanku Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui SesungguhNya Engkau pasti mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Saudara kami, Tuha...

Kutipan #1

BIRU

Semilir angin bertiup Cahaya temaram kian meredup Jantungku pun tiba-tiba ikut berdegup Malam ini aku melebur dengan biru Mencari dirimu Yang lama-lama menghilang mengikuti ombak yang berderu Dimanakah kamu? Kau tahu? Aku kini tersedu-sedu Tak tahu kemana harus berlabuh Mengadu... Disini aku sendiri Berdiri ditepi jalan yang sepi Hanya untuk menunggumu kembali Setelah lelah mencari Dirimu yang telah lama pergi