Skip to main content

Ein Kürzestkrimi (16.12.14)



In einem Haus lag eine schwere atmende Frau, die sich nichts bewegen konnte. Man stach ihr Hals zu und davon floβ eine warme rote Masse. Er stach mit einem spitzen Metall. Niemand wuβte, wann das Ereignis passierte. In dem Hemd der Frau gab es auch der Fleck des Blutes. Die Frau hatte die Hand fest am Griff an ein Telefon. Vielleicht mӧchte sie in den Sekunden des Endes jemanden telefonieren, aber es blieb wenig Zeit.


-Nabila D.A-

Comments

Popular posts from this blog

Zona Nyaman

https://img.freepik.com/free-photo/chalk-drawing-window-computer-screen-concept-stopping-comfort-zone_78790-1201.jpg?size=626&ext=jpg Terkadang kita lupa dengan apa yang seharusnya diperjuangkan Bukan karena tak sanggup atau lemah, pun bukan karena rasa malas Tetapi ragu 'tuk melangkah Terkadang kita hanya terlena  Sebentar, yang malah menjadi terbiasa Kemudian menjadi kebiasaan Akhirnya tak berani 'tuk memperbaharui diri Kenyamanan memang membuat tenang  Kita juga merasa aman dan menjadikan hati senang Tapi tunggu dulu, janganlah merasa menjadi pemenang!  Sebelum berani 'tuk bertualang

BIRU

Semilir angin bertiup Cahaya temaram kian meredup Jantungku pun tiba-tiba ikut berdegup Malam ini aku melebur dengan biru Mencari dirimu Yang lama-lama menghilang mengikuti ombak yang berderu Dimanakah kamu? Kau tahu? Aku kini tersedu-sedu Tak tahu kemana harus berlabuh Mengadu... Disini aku sendiri Berdiri ditepi jalan yang sepi Hanya untuk menunggumu kembali Setelah lelah mencari Dirimu yang telah lama pergi