Skip to main content

13.12.14-Tentang Daun

Kupetik daun yang bersandar pada dahannya tiba-tiba
Ia termangu jua, tapi tersadar akan kehadiranku
Angin datang kemudian
Membawanya pergi jauh dari genggaman tanganku
Seketika si daun pun terjatuh
Ia tergelincir jatuh ke dalam aliran air
Sungai mengalir dengan tenang
Membawa si daun pergi bersama riaknya
Jauh, makin jauh kemudian menghilang

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN

Tuhan Maafkan hamba yang terkadang menyelipkan prasangka di setiap peristiwa-peristiwa yang Kau rencanakan Maafkan hamba apabila tidak mensyukuri semua yang telah terjadi Tuhan Aku hanyalah seorang hamba yang lemah dihadapanMu Tiada daya dan upaya untuk melawan semua kehendakMu Yang hanya bisa aku lakukan hanyalah berusaha, berdoa, dan menyerahkan semua keputusan pada kuasaMu Tak ada kuasa yang kupunya selain berasal dari Engkau, Tuhanku Tuhan, selamatkan mereka, dimanapun mereka berada Hapus air mata mereka, kembalikan senyum-senum indah yang dulu selalu terukir di setiap wajah mereka Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Kembalikanlah hati-hati yang telah mengeras, agar dapat merasakan kelembutan yang dipancarkan dari wajah-wajah polos itu Buat tatapan kejam mereka melemah, beri sepercik keteduhan saat memandang wajah mereka Tuhan Tuhanku Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui SesungguhNya Engkau pasti mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Saudara kami, Tuha...

Kutipan #1

BIRU

Semilir angin bertiup Cahaya temaram kian meredup Jantungku pun tiba-tiba ikut berdegup Malam ini aku melebur dengan biru Mencari dirimu Yang lama-lama menghilang mengikuti ombak yang berderu Dimanakah kamu? Kau tahu? Aku kini tersedu-sedu Tak tahu kemana harus berlabuh Mengadu... Disini aku sendiri Berdiri ditepi jalan yang sepi Hanya untuk menunggumu kembali Setelah lelah mencari Dirimu yang telah lama pergi