Skip to main content

Terima Kasih Ibu

Terima kasih kuucapkan kepadamu yang membuat hari-hariku indah dan selalu bermakna
Terima kasih kepadamu yang tak pernah lelah menghadapi tingkah polah kami, kedua putrimu yang kini semakin beranjak dewasa
Sungguh tak terasa, ada banyak hal yang kau ajarkan pada kami, hal yang kadang tak kami mengerti betapa pentingnya untuk kami ketahui
Hingga kami dapat mengenal semua yang ada di dunia ini.
Ibu, maaf sesungguhnya kami tidak pernah berniat untuk menyakiti hatimu
Kami tau, terkadang apa yang kami lakukan membuatmu menangis
Tapi itu bukan maksud kami, bu
Ibu, tahukah engkau? Bahwa Tuhan telah menciptakan engkau agar kami bisa melihat bagaimana bentuk cinta yang sesungguhnya
Cinta yang nyata dan sempurna, bukan ilusi semata
Ibu, sungguh kami tak ingin melihat air mata mengalir dipipimu
Terlebih itu karena kami, anak-anakmu
Ibu, izinkan kami membuatmu tersenyum walau hanya sekali
Bu, sekali lagi terima kasih
Karena dirimu, kami bisa terlahir di dunia ini
Terima kasih atas semua waktu yang telah kau curahkan sepenuhnya hanya untuk kami hingga kau rela melupakan mimpi-mimpimu hanya demi kami
Ibu, kami mencintaimu selalu sampai kapanpun

Comments

Popular posts from this blog

Zona Nyaman

https://img.freepik.com/free-photo/chalk-drawing-window-computer-screen-concept-stopping-comfort-zone_78790-1201.jpg?size=626&ext=jpg Terkadang kita lupa dengan apa yang seharusnya diperjuangkan Bukan karena tak sanggup atau lemah, pun bukan karena rasa malas Tetapi ragu 'tuk melangkah Terkadang kita hanya terlena  Sebentar, yang malah menjadi terbiasa Kemudian menjadi kebiasaan Akhirnya tak berani 'tuk memperbaharui diri Kenyamanan memang membuat tenang  Kita juga merasa aman dan menjadikan hati senang Tapi tunggu dulu, janganlah merasa menjadi pemenang!  Sebelum berani 'tuk bertualang

BIRU

Semilir angin bertiup Cahaya temaram kian meredup Jantungku pun tiba-tiba ikut berdegup Malam ini aku melebur dengan biru Mencari dirimu Yang lama-lama menghilang mengikuti ombak yang berderu Dimanakah kamu? Kau tahu? Aku kini tersedu-sedu Tak tahu kemana harus berlabuh Mengadu... Disini aku sendiri Berdiri ditepi jalan yang sepi Hanya untuk menunggumu kembali Setelah lelah mencari Dirimu yang telah lama pergi