Skip to main content

Sebuah Permohonan

(Mittwoch, den 16. 07. 14)

Tuhan, aku tidak pernah meminta jalan ini padaMu
Mungkin aku tidak mensyukuri apa yang telah Engkau berikan kepadaku
Mungkin saat ini Engkau murka mendengarnya
Tuhan, aku merasa hari-hari yang kujalani saat ini semakin terasa berat
Sering aku bertanya-tanya, apakah aku sanggup?
Terlebih saat semuanya meninggalkanku secara perlahan-lahan
Tuhan, jika ini jalan yang Kau tunjukkan kepadaku
Jika ini yang terbaik untukku, terutama untuk mereka, orang tuaku
Mudahkanlah Tuhan, lancarkan semuanya
Ringankan setiap langkah-langkahku
Jauhilah aku dari mereka yang mencoba menjatuhkanku
Ridhoi aku, Tuhan
Tolong kuatkan aku
Tetapkan hatiku pada jalan ini, Tuhan
Tetapkan hingga akhir
Hingga saatnya tiba, hingga hari itu tiba
Saat kulihat senyum indah itu terukir di wajah orang tuaku

Comments

Popular posts from this blog

Zona Nyaman

https://img.freepik.com/free-photo/chalk-drawing-window-computer-screen-concept-stopping-comfort-zone_78790-1201.jpg?size=626&ext=jpg Terkadang kita lupa dengan apa yang seharusnya diperjuangkan Bukan karena tak sanggup atau lemah, pun bukan karena rasa malas Tetapi ragu 'tuk melangkah Terkadang kita hanya terlena  Sebentar, yang malah menjadi terbiasa Kemudian menjadi kebiasaan Akhirnya tak berani 'tuk memperbaharui diri Kenyamanan memang membuat tenang  Kita juga merasa aman dan menjadikan hati senang Tapi tunggu dulu, janganlah merasa menjadi pemenang!  Sebelum berani 'tuk bertualang

BIRU

Semilir angin bertiup Cahaya temaram kian meredup Jantungku pun tiba-tiba ikut berdegup Malam ini aku melebur dengan biru Mencari dirimu Yang lama-lama menghilang mengikuti ombak yang berderu Dimanakah kamu? Kau tahu? Aku kini tersedu-sedu Tak tahu kemana harus berlabuh Mengadu... Disini aku sendiri Berdiri ditepi jalan yang sepi Hanya untuk menunggumu kembali Setelah lelah mencari Dirimu yang telah lama pergi